Blog EntryWacana: Jika Koruptor Dilarang Masuk ke MallMay 13, '08 5:20 PM
for everyone

Andai saya bisa melobi para pembuat undang-undang, saya akan mengusulkan agar pusat perbelanjaan steril dari para koruptor. Mengapa? Pemilik uang 'panas' biasanya, hawanya ingin belanja melulu. Jadi sebetulnya, tak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat hiburan, termasuk restoran.

Caranya? Manajemen pusat perbelanjaan diharuskan memasang signage yang bunyinya kurang lebih: "Koruptor, Keluarga Koruptor, dan Kroninya Dilarang Masuk Mall". Semoga ampuh.

Lebih luas lagi kelak, gedung-gedung dan insitusi lainnya pun diikutsertakan dalam kampanye serupa. Misalnya di bandara: "Koruptor Dilarang Naik Pesawat", di pelabuhan: "Koruptor Dilarang Naik Kapal", pada taksi: "Koruptor Dilarang Naik Taksi", pada bajaj: "Koruptor Dilarang Naik Bajaj".

Tempat lain seperti: "Koruptor Dilarang Masuk Rumah Sakit", "Koruptor Dilarang Pergi ke Dukun", "Mak Erot Tidak Melayani Koruptor". Termasuk Inul Vizta: "Koruptor Dilarang Karaoke". Di hotel-hotel: "Koruptor Dilarang Check In/Bertamu".

Bahkan, Ibu Gito penyalur pembantu yang sering pasang iklan pada pohon-pohon di jalur hijau pun harus berpartisipasi: "Kami Tidak Menyalurkan Pembantu ke Rumah Koruptor".

Semua tempat, semua orang harus anti terhadap tindakan korupsi. Semua pihak harus mendukung. Insyaallah, semua orang akan berpikir ulang untuk menjadi koruptor dan yang sudah jadi, menjadi risih hingga mau berhenti.


Blog EntryWacana: Jika Koruptor Dilarang Masuk ke MallMay 13, '08 5:20 PM
for everyone

Andai saya bisa melobi para pembuat undang-undang, saya akan mengusulkan agar pusat perbelanjaan steril dari para koruptor. Mengapa? Pemilik uang 'panas' biasanya, hawanya ingin belanja melulu. Jadi sebetulnya, tak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat hiburan, termasuk restoran.

Caranya? Manajemen pusat perbelanjaan diharuskan memasang signage yang bunyinya kurang lebih: "Koruptor, Keluarga Koruptor, dan Kroninya Dilarang Masuk Mall". Semoga ampuh.

Lebih luas lagi kelak, gedung-gedung dan insitusi lainnya pun diikutsertakan dalam kampanye serupa. Misalnya di bandara: "Koruptor Dilarang Naik Pesawat", di pelabuhan: "Koruptor Dilarang Naik Kapal", pada taksi: "Koruptor Dilarang Naik Taksi", pada bajaj: "Koruptor Dilarang Naik Bajaj".

Tempat lain seperti: "Koruptor Dilarang Masuk Rumah Sakit", "Koruptor Dilarang Pergi ke Dukun", "Mak Erot Tidak Melayani Koruptor". Termasuk Inul Vizta: "Koruptor Dilarang Karaoke". Di hotel-hotel: "Koruptor Dilarang Check In/Bertamu".

Bahkan, Ibu Gito penyalur pembantu yang sering pasang iklan pada pohon-pohon di jalur hijau pun harus berpartisipasi: "Kami Tidak Menyalurkan Pembantu ke Rumah Koruptor".

Semua tempat, semua orang harus anti terhadap tindakan korupsi. Semua pihak harus mendukung. Insyaallah, semua orang akan berpikir ulang untuk menjadi koruptor dan yang sudah jadi, menjadi risih hingga mau berhenti.


Blog EntryBasil Goes to Taman SafariMay 12, '08 8:29 PM
for everyone

Bayi yang lahir prematur katanya ringkih. Jika tidak dirawat dengan hati-hati akan mudah sakit. Tentu saja kami ingin merawatnya dengan baik. Namun tak mau terjebak pada sebuah teori yang justru membuat bayi prematur jadi terkesan sebagai pasien.

Basil, anak kami, lahir ketika usia kandungan baru delapan bulan. Berat badannya cuma 2,1 kg ketika dikeluarkan dari rahim. Alhamdulillah selalu sehat hingga hari ini. Maka, dengan bismillah, entah berapa mall sudah kami kunjungi dengan Basil dalam gendongan. Termasuk ruang pameran, pasar tradisional, hingga ke luar Jakarta.

Kami justru menginginkan agar Basil imun dari berbagai macam penyakit. Dia harus kuat. Dia harus mudah beradaptasi dengan segala cuaca dan lingkungan. Insyaallah.

 

 

 


Blog EntryWacana: Memasang Foto Koruptor pada BillboardMay 12, '08 7:17 PM
for everyone

Apa yang paling menyita perhatian Anda satu dua hari terakhir ini? Demo mahasiswa yang menuntut dibatalkannya kenaikan harga BBM? Gempa di Cina yang membunuh hingga lebih dari 8000 orang? Thomas Cup? Piala Eropa?

Sejanak saya memang memperhatikan isu-isu di atas. Tapi kemudian terus mengusik dan membuat hati tidak tenang adalah ketika menyimak semua berita tentang korupsi. Bikin sesak.

Saking seringnya kasus dugaan korupsi terungkap, membuat saya senewen. Bahkan pernah apathis. Saat seperti itu saya sering ingin menjadi jaksa atau polisi atau Malaikat pencabut nyawa, agar sang koruptor tak membuat banyak dalil agar bebas dari jeratan hukum.

Semakin pintar mereka berkicau, semakin banyak uang di kantong, semakin besar peluang mereka untuk bisa bebas. Hukum kita bisa dibeli. Pengacara kita bisa diatur dengan nominal. Negara kita tinggal menunggu kolaps.

Andai saya berlebihan uang, ingin rasanya menyewa semua ruang billboard yang tersedia di seluruh kota, untuk menampilkan wajah-wajah koruptor. Agar tak hanya mereka yang malu, tapi juga keluarga dan organisasinya. Tentu saja keluarga dan organisasinya harus kena hukuman juga, meskipun tidak langsung. Justru agar sang koruptor bisa jera sejera-jeranya. Termasuk memberikan efek mawas diri buat orang lain. Kalau tidak demikian, spekulasi para pelaku akan terus bertahan dan bermunculan.

 


Apa yang akan terjadi jika pemerintah yang dipimpin SBY jadi mengumumkan kenaikan harga BBM? Negara akan chaos. Ini mungkin benar. Siapa akan rela membelanjakan uang lebih banyak dari biasa untuk membiayai hidup?
 
Mahasiswa sudah turun ke jalan. Semua orang gelisah. Menghitung penghasilan, membandingkan dengan pengeluaran. Siapkah kita menjadi serba kekurangan?
 
 
 

Photo AlbumPengantin Bukit Seroja (9 photos)Apr 27, '08 11:17 AM
for everyone

Photo AlbumLieutenant's Bride (8 photos)Apr 26, '08 4:14 PM
for everyone

Blog EntryAntara Saya, Bapak, dan Anak SayaApr 21, '08 4:40 AM
for everyone

Setiap kali saya melakukan sesuatu untuk anak saya, diam-diam saya teringat Bapak. Dulu pasti Bapak melakukan hal yang sama juga untuk saya. Setiap kali saya memikirkan segala sesuatu apa pun yang terbaik untuk anak saya, diam-diam saya teringat Bapak. Dulu, pasti Bapak juga memikirkan semua hal terbaik untuk saya.

Apa yang yang saya lakukan untuk anak saya belumlah sebanyak apa yang dilakukan Bapak untuk saya. Jika tahu betapa menjadi seorang Bapak itu tidaklah mudah, mungkin dulu saya tak akan pernah membantah setiap omongan beliau. Mungkin dulu saya tak akan pernah menyakiti perasaan beliau.

Sayang, Bapak sudah lama pergi. Tak ada kesempatan buat saya berbagi cerita tentang suka duka memiliki anak. Andai saja beliau masih ada, tak akan habis kata untuk bertanya ini itu, berkata ini itu. Tentang rupa anak saya yang sedikit ada garis-garis wajah Bapak, tentang tangisannya yang garang, tentang berapa kali setiap malam terbangun untuk ganti popok...

Namun alhamdulillah, saya masih punya Ibu. Saya masih punya saudara, punya sahabat. Kepada mereka saya masih bisa berbagai. Untuk mereka kebahagiaan yang saya miliki ini...


Photo AlbumFathers & Sons (5 photos)Mar 30, '08 9:00 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Like all fathers in this planet, having a son is a wonderful thing. Heavenly, I am a member of the club.

Blog EntryBertemu MariamMar 21, '08 12:21 AM
for everyone

Dalam cerita Islam, Mariam digambarkan perawan yang diberikan kesempatan mengandung oleh Allah meskipun tanpa lelaki yang membuahi. Karena kita beriman, maka tak punya alasan untuk kita untuk tidak mempercayai cerita itu. Bayi yang dilahirnya, kelak bernama Isa.

Menurut alkitab yang dianut kalangan Nasrani, Mariam adalah Bunda Maria, bunda dari Yesus Kristus, perawan yang disucikan karena melahirkan 'anak' Tuhan Allah.

Saya bermimpi melihat Bunda Maria: Saya sedang dalam suatu kendaraan bersama tiga sahabat saya, mereka penganut Katolik. Pada sebuah ujung jalan, samar-samar seperti hollow, saya melihat Bunda Maria sedang mengembangkan tangan dengan kerudung halusnya berkibar tertiup angin. Di sekeliling Bunda Maria, ada beberapa perempuan lain dengan tangan menguncup di dada, dengan kerudung sama-sama melambai tertiup angin.

Ketika terbangun, saya langsung mengirim pesan terhadap salah seorang sahabat yang ada dalam mimpi saya itu. Ketika dia membalas, saya teringat. Hari ini paskah!


Blog EntryGood Morning, Basil Shota Suhud!Mar 9, '08 9:37 PM
for everyone

My very first son, good morning.

Bahagianya hati Abah saat ini. Hidup Abah adalah ibarat planet yang baru Tuhan ciptakan, penuh dengan udara baru, penuh dengan tetumbuhan baru. Engkau pelengkap hidup Abah yang selama ini melompong kosong. Berpijarlah terus, anak terang. Engkau adalah keabadian cinta. Engkau adalah anak panah yang akan membawa segala tujuan Abah, tepat kepada sasaran. Karena engkau adalah energi yang luar biasa membuat Abah terus bertenaga, terus berpikir, terus menghasilkan, terus berjuang.

Good morning, Basil Shota Suhud! Kemarin, hari ini, selamanya... cinta Abah untukmu selalu.


Blog EntryEnough is Enough: untuk Sahabat yang Menipu Mar 9, '08 4:21 PM
for everyone

Seorang sahabat suatu ketika tergopoh-gopoh minta bantuan. Dia sedang merintis karir menjadi freelancer. Bantuan yang dia minta adalah sebuah proposal produksi film. Karena saya punya kemampuan di sana, saya siapkan. Katanya, dia akan mengajak saya dalam projek itu. Bagi hasil. Alhamdulillah. Saya bersukur ada orang yang mempercayai saya dan saya bersedia dengan segala pamrih tentu. Karena kami bicara bisnis, yang saya harapkan tentunya adalah pemasukan materi dan peluang-pelung non materi.

Belum jelas nasib proposal pertama, datang lagi peluang baru dari sahabat saya ini. Saya diminta membuat proposal untuk sebuah event. Lagi-lagi karena saya bisa dan biasa membuat hal demikian, tapi kesulitan saya bisa melakukannya.

Sekian minggu berlalu, kedua proposal saya tak jelas kabarnya. Pernah saya tanya, kata sahabat saya, masih dalam proses presentasi. Saya sabar dan maklum. Berurusan dengan klien memang terkadang sangat sulit dan bertele-tele.

Suatu hari saya mendapat kabar dari seorang sahabat lain, kedua projek yang fondasi konsepnya saya yang buat itu sudah selesai terselenggara dengan mengajak pihak lain. Saya melongo.

Luar biasa sedih. Seorang sahabat yang selama ini saya hargai dan hormati, berani melakukan kecurangan. Sungguh saya pilu. Bagaimana saya bisa memberinya kepercayaan lagi? Saya tak iri dengan rezeki yang dia dapatkan. Tapi mestinya ada cara elegan yang bisa dia lakukan untuk mengabari saya jika ternyata dia tak jadi bekerja sama dengan saya. Tapi kalau dilihat lebih fair lagi, begitu di awal dia komit untuk menjalin hubungan kerja sama dengan saya, dia mesti terus memegang komitmen itu.

Padahal, di luar projek-projek itu, hubungan kami sangat baik. Komunikasi juga sangat lancar. Jadi sepertinya tak ada masalah yang terlihat. Kecuali dia punya alasan lain. Ah, ada-ada saja.

Tapi insyaallah saya sudah memaafkan. Hanya, tak mudah untuk memberikan dia peluang lain. Enough is enough.


Blog EntrySusui Bayimu, Sebelum Hewan yang MelakukannyaMar 7, '08 6:30 PM
for everyone

Menurut saya, perempuan yang menyusui bayinya adalah makhluk termulya di muka bumi ini. Bayangkan, dengan itu ia memberi kehidupan. Tuhan memberikan banyak dispensasi bagi Ibu yang menyusui, misalnya dengan tidak mengharuskan ia berpuasa.

Namun tugas mulya ini tak selalu bisa dilakukan oleh Ibu. Salah satu hambatannya adalah tubuh Ibu belum lancar memproduksi air susu. Air Susu Ibu diberitakan sangat baik untuk bayi agar bisa lebih imun dan dapat meningkatkan kecerdasan.

Memasuki hari keenam, Istri saya mendapati air susunya tak mengalir dengan baik. Hanya beberapa tetes saja hingga tak cukup memenuhi lambung si bayi. Tangisan bayi yang melengking membuat hati pilu.

Dengan sangat terpaksa akhirnya saya meluluskan permintaan istri, mencampur ASI dengan susu formula. Bukan karena issue bakteri yang belakangan ramai jadi topik berita, tapi karena memang saya lebih suka jika bayi-bayi mestinya hanya minum ASI saja. Apalagi bayi saya sendiri. Namun ternyata saya perlu kompromi.

Adalah hak bayi untuk mendapatkan yang terbaik bagi hidupnya. Karena ia belum berdaya menuntut, orang tualah yang mestinya memperjuangkannya. Betapa saya Bapak yang tak berguna. Inisiasi Menyusui Dini tak berhasil dilakukan. Kini ASI ekslusif juga gagal. Maafkan Bapakmu, Anakku.


Blog Entry'Inisiasi Menyusui Dini' Tidak Didukung DokterMar 4, '08 6:14 PM
for everyone

Kami tidak merencanakan melakukan persalinan untuk istri saya di RS Hermina. Hari itu kami ke sana sekedar untuk periksa rutin, mengikuti jadual rokter kandungan yang berpraktek di sejumlah rumah sakit. Kami lakukan pemeriksaan rutin biasanya di RS Pav Kartika, Senen atas pertimbangan jarak dari rumah yang tidak terlalu jauh.

Menyadari pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD), jauh-jauh hari saya dan istri sudah mendiskusikan kepada dokter kandungan. Dia sepakat untuk mendukung langkah kami. IMD merupakan proses meletakkan bayi sesaat setelah dilahirkan di dada ibu dalam posisi tertelungkup, baik secara normal maupun operasi. Bayi dengan naluri survivalnya, akan mencari puting ibunya sendiri.

Jangan kuatir bayi akan kedinginan karena suhu tubuh ibu akan menghangatkan. Jangan kuatir bayi menangis terus karena hanya itu yang bisa dilakukan bayi. Mungkin akan waktu hingga bayi meraih dan menghisap puting susu ibu. Faedahnya, luar biasa bagi bayi dan ibu.

Sayang, dokter-dokter yang menangani operasi istri saya tidak mengabulkan permintaan saya. Entah atas alasan apa. Kecewa dan sedih rasanya.

Saya perlu menunggu kelahiran bayi kedua kelak untuk bisa melakukannya.

 

 


Photo AlbumHere Comes the Baby! (7 photos)Mar 3, '08 8:30 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Saya melongo bengong. Dalam hitungan detik saya harus membuat sebuah keputusan yang sangat besar. Dua nyawa ada di tangan saya! Tensi darah istri saya mencapai 198/90. Kata dokter itu sangat tinggi dan sangat beresiko jika diabaikan. Penjelasan dokter mengenai berbagai resiko itu membuat saya seolah tercerabut dari dunia nyata. Hampir tak percaya hal demikian saya hadapi sendiri.

Sabtu sore itu mestinya kontrol kandungan seperti biasa. Memasuki minggu ke 33 pemeriksaan sudah mulai dua minggu sekali dari sebelumnya satu bulan sekali. Setiap kali ada apa-apa, dokter sudah mengingatkan. Pemeriksaan yang biasa itu menjadi luar biasa karena perkembangan terakhir yang mencemaskan.

Istri saya malam itu langsung masuk perawatan. Bahkan harus diopname. "Besok jam 8 pagi, bayi harus dikeluarkan!" Pernyataan dokter membuat saya tak bisa berkata banyak.

Setelah subuh, dokter membuat berita yang mengagetkan lagi. Operasi harus dipercepat. Jadual yang tadinya dibuat jam 8 menjadi jam 7. Saya ingit panik, tapi tak bisa. Saya ingin linglung, tapi tak bisa. Belakangan saya sadar, saya sudah sangat pasrah sejak pertama saya tahu keadaan begitu. Alhamdulillah, saya bisa tenang.Apalagi dukungan datang juga dari keluarga dan sejumlah sahabat.

Bahkan belum masuk bulan ke sembilan. Tapi saya yakin Tuhan punya rencana mengapa bayi harus hadir lebih cepat. Insyaallah semua akan baik. Maka tepat jam 7.12 bayi berhasil dikeluarkan melalu cesar. Pertama kali melihat si jabang bayi, setelah beucap syukur saya masih sempat bertanya dalam hati: is this my son?

God, I am a father now. Terima kasih untuk amanah yang indah ini, Tuhan.

Blog EntryOne Person, MultiprofessionFeb 18, '08 8:04 PM
for everyone

Butuh sebuah keberanian dan kedekadan ketika saya memutuskan berhenti dari sebuah pekerjaan yang telah memberikan karir dan beragam fasilitas. Saat itu saya sedang tertarik meditasi. Begitu merasuknya ajaran dan laku meditasi membuat saya kehilangan obsesi akan duniawi. Alam bawah sadar saya bertualang ke rongga-rongga misteri alam semesta.

Saya lalu belajar mendengarkan hati. Bekerja untuk kedamaian, untuk hati. Kaya miskin bukan patokan. Saya ingin mencapai puncak spiritual. Indah sekali proses menuju sana. Namun rupanya, dalam pergulatan menuju 'puncak' yang saya harapkan sesuatu terjadi. Saya mengalami pergolakan iman yang mahadasyat hingga akhirnya saya memilih kembali ke ajaran yang diwariskan oleh keluarga dan kekampung.

Namun saya merasa lebih siap dengan segala kondisi sekarang.

Kembali ke soal karir dan pekerjaan, sepertinya saya terus terlanjur 'mendengarkan' hati bicara. Sampai pada suatu titik, saya memilih untuk menjadi pengajar saja. Saya sadari saya akan kehilangan banyak pemasukan keuangan. Namun saya pasrah. Saya hapus kekuatiran. Saya yakin, Tuhan akan terus bersama saya.

Muda, banyak energi, kreatif, banyak ide. Itulah saya. Saya memulai hidup baru dengan 'terserah', biar Tuhan yang mengarahkan. Makanya saya tak mau putus meminta petunjuk-Nya. Maka ketika kepasrahan begitu lekat, Tuhan telah memilihkan hal-hal baik untuk saya. Satu per satu pekerjaan di luar pekerjaan utama saya mengajar, datang silih berganti. Alhamdulillah.

Kini saya menjalani minimal tiga profesi sekaligus: dosen, photographer, dan event architect. Saya mengajr di sejumlah universitas, ada yang pagi, siang, sore, bahkan malam. Saya menjadi tukang foto saat Sabtu dan Minggu. Di sela-sela waktu antara Senin dan Minggu, saya jungkir balik merancang beraneka event untuk perusahaan hingga untuk pesta perkawinan. Amat menggairahkan.

Tak ada yang lebih menggairah karena semuanya adalah nyawa buat saya sekarang. Mengalir. Kelak, mungkin profesi yang menjadi hanya dua atau justru malah empat atau lebih, biarkan saja. Selama saya punya kemampuan dan passion. Yang pasti, saya akan menghindari hal-hal yang bukan bidang saya.

Satu hal yang saya sadari, bukan saya yang memilih pekerjaan-pekerjaan itu, tapi pekerjaan-pekerjaan itulah yang memilih saya.

Well, saya sudah memulai. Bagaimana dengan Anda?


Blog EntrySuami Siaga, Siap Grak!Feb 15, '08 7:36 PM
for everyone

 

Waktu beberapa tahun lalu di layar tv ada iklan layanan masyarakat tentang kampanye 'Suami Siaga' dengan model penyanyi dangdut Iis Dahlia sering tayang, sayang optimis sekali akan melakukannya jika kelak saya berada di posisi itu. Lalu sekian tahun kemudian saya benar-benar menempati posisi tersebut dan lupa. Sampai suatu malam seorang sahabat mengingatkan: Lu jadi suami siaga, dong?

Suami siaga? Iya, saya benar-benar lupa tentang program itu. Tiap bulan saya bertemu dokter kandungan mengantar istri, dia tak pernah cerita. Poster atau bentuk komunikasi apa pun tentang kegiatan tersebut sudah tak ada lagi. Padahal penting sekali untuk terus mengingatkan para suami untuk memegang peran sebagai suami yang selalu siaga selama kehamilan istri.

Namun, meskipun saya lupa tentang kampanye program Suami Siaga, bukan berarti saya tak siaga. Saya awas nyaris 24 jam sehari semata mengawasi keselamatan dan kondisi istri dan jabang bayi yang dikandungnya. Terutama memberikan kenyamanan dan perhatian terhadap mereka.

Saya betul-betul awam. Masih harus banyak mendengar nasihat siapapun yang telah melahirkan, yang telah berpengalaman dengan orang-orang yang telah melahirkan, dan terus mencari informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran. Sambil saya sendiri menyaipkan lahir bathin untuk menyambut kehadiran calon anak pertama saya.


Blog EntryWaktu Saya Tak Lagi BanyakFeb 12, '08 5:46 AM
for everyone

Semoga apa yang akan aku lakukan hari ini dan segala sesuatu yang telah aku siapkan untuk hari ini, Engkau ridhoi dan akan bermanfaat. Hindarkan aku dari kesia-siaan, ya, Allah. Begitu kira-kira sepotong doa yang saya haturkan suatu pagi.

Iya, saya harus ke luar kota untuk melakukan presentasi, menjual ide kegiatan, yang adalah salah satu pekerjaan saya terakhir ini. Karena hanya ke Banten, maka tak perlu menginap. Resikonya saya mesti berangkat sangat pagi agar sejumlah meeting yang telah dirancang di provinsi baru itu bisa semua terjadi.

Alhamdulillah, pertemuan-pertemuan itu berjalan mulus meskipun hasilnya entah bagaimana. Tak perlu saya risaukan sekarang, bukan? Terpenting adalah saya sudah berikhtiar. Urusan berhasil atau tidak atau hasilnya bagaimana, biarkan semesta yang bekerja.

Setiap hari kita melakukan sesuatu, banyak malah. Ada yang rutin, ada yang sekali-sekali saja. Ada yang berupa kewajiban, ada yang untuk senang-senang. Ada yang dengan senang hati kita melakukannya, ada yang terpaksa.

Dari setiap hal yang kita lakukan, ada yang kita harapkan selalu harus berhasil. Kali lain mungkin kita bersikap jika berhasil syukur tidak berhasil juga tak masalah. Ada yang mungkin justeru kita harapkan apa yang kita lakukan jangan sampai menghasilkan. Ekstrim memang.

Ketika menyadari usia makin hari makin menua, saya sadar. Waktu yang saya miliki tak banyak lagi. Waktu yang tersisa sedikit ini, ingin sekali hanya hal-hal berguna saja yang saya lakukan. Berguna bagi saya, bagi keluarga, bagi orang lain.

Mungkin sudah bukan saatnya lagi saya membiarkan waktu menyublim tanpa guna. Saya harus tetap awas. Apapun yang saya lakukan mesti punya alasan. Tak harus selalu menghasilkan secara instan dengan hasil memuaskan memang. Setidaknya, secara sadar saya perlu mengindari perbuatan-perbuatan yang sia-sia.

Kesadaran saja kadang tidak cukup. Untuk itulah saya selalu mengandalkan kekuatan semesta agar saya bisa tertib: sehari saya bisa menonton tiga hingga empat judul DVD. Bermanfaatkah? Harus bermanfaat. Bisa dua hingga tiga jam saya keliling sebuah pusat perbelanjaan. Bermanfaatkah? Harus bermanfaat. Begitulah, bahkan dari hal yang terkesan membuang waktu saja harus bisa memperkaya bathin dan intelektual saya.

 

 


Melajang itu asyik. Siapa pun akan setuju, melajang itu sejuta indahnya. Tentu saja bagi yang tahu bagamana cara mengisi dan menikmatinya. Lalu sebuah pertanyaan buat saya sendiri sebetulnya. Kesadaran itu menyeruak tiba-tiba. Yes, saya perlu segera berkeluarga. Apapun resikonya.

Andai keinginan menikah waktu itu tak dibarengi niat dan tak diikuti oleh tindakan, mungkin saya ini saya masih melajang. Bebas terbang kemana saja saya mau, lepas merdeka sesuka hati. Tak akan ada sesuatu pun yang dapat menghalangi. Mau apa, mau kemana.

Ketika saya begitu percaya akan kekuatan doa, maka hanya itu jalan yang saya ambil: berdoa. Saya ingin menikah. Saya tak mau setiap bertambahnya umur saya, saya masih terus saja sendiri. Ingin rasanya ketika bangun tidur ada seseirang yang saya cintai rebah di samping saya. Ingin rasanya badan kekar saya digelayuti makhluk-makhluk mungil yang adalah darah daging saya.

Waktu berjalan. Satu-satu kejadian yang saya sertakan dalam doa terbentuk: happy birthday, Usep Suhud!


ddd
dThumbnaild
ddd
Lokasi pengambilan foto di Simprug, Jakarta.

MessageGuestbook
   
chayankdidot wrote on Mar 7
Be The Smart RESELLER!!
BARU !! Kini "Nay TRICK" hadir dalam 24 jam non stop transaksi online Nikmati kebebasan dan kenyamanan transaksi online 24 jam non stop.

Struktur jaringan pemasaran kami adalah : Dealer (D) - Sub Dealer (SD) - Reseler (RS) Adapun sistem pembagian komisinya adalah dengan sistem rebate yang secara otomatis dihitung oleh sistem server kami saat member anda melakukan transaksi pengisian pulsa ke pelanggan komisi akan anda terima dalam bentuk saldo/limit/deposit.

Dan Produk kami pun bersaing.
D SD RS
S5 6050 6150 6250
S10 10950 11050 11150
S20 20100 20200 20300

As5 6650 6750 6850
As10 12000 12100 12200
As25 27900 28000 28100

M5 5700 5800 5900
M10 10600 10700 10800
M20 19700 19750 19850

I8s 8600 8700 8800
i15s 14800 14900 15000

XL5 5250 5350 5450
Xl10 10100 10200 10300
XL25 24700 24800 24900

FR10 10200 10300 10400
FR25 24600 24700 24800

FLX10 10200 10300 10400
FLx20 19800 19900 20000

E5 5800 5900 6000
E10 10400 10500 10600

Untuk informasi dan pendaftaran silakan hub YM naylacha_r

BEBAS BIAYA PENDAFTARAN DAN ADMIN FREE FREE FREE DAN TIDAK ADA MIN DEPOSIT
rendratno wrote on Mar 3
Usepe.....turut berbahagia atas kelahiran si kecil...selamat yaa...kiranya menjadi putra yg cerdas, gagah dan takut akan TUHAN, serta menjadi kebanggaan bagi papa mamanya. Amiiin :-)
yenceu wrote on Feb 15
Have A nice weEkend broOo' 
Semoga hari2mu akan maniezzzz seperti sayah.. hihiiii..
Yuwkksss mariiiihhhh...
miszdecy wrote on Feb 12
Sep, met ultah yaaa!
acorbusie wrote on Feb 12
Met ulang tahung kang Usep...
visitbandung wrote on Feb 12
kunyitnipis wrote on Feb 12
met ultah kang ... yg k berapa nih??? moga tambah makin 'zuhud' aja .... jd apa yg dicita2kan ortu dulu bisa terkabul ...
visitbandung wrote on Feb 12
c10dean wrote on Feb 12
Abah Suhud...met olang taon yah....
elis2107 wrote on Feb 11
happpy bdaaaay saaay ....
riesza wrote on Feb 11
Sekali lagi..HAPPY BIRTHDAY, Om Usep!!!!!!!!!!!!!!!! kangen nih!!!!!!!!!
loneknight wrote on Feb 11
KANG USEP... MET ULANG TAHUN YA.
tonysantos wrote on Feb 11
hey, happy birthday, suhud
uyenk wrote on Feb 11
selamat ulang tahun kang Usep!... wish u many happy returns and all the best
yenceu wrote on Feb 11
'met olang taooonn yo Sep..
semoga segala yang baik2 tercurah buat kamu dan keluarga..
success teruuusss yaaahh...


Thanx for being my brother
budisutomo wrote on Feb 11
mampir..
nefransjah wrote on Feb 11
Happy Birthday, Sep! :)
masopang wrote on Feb 11
hampir selamat ulang tauuuuun abah usep........... :-)

smoga teruss luarr biasa, sukses & sehat slaluuu
usepsaeffulloh wrote on Jan 1
salam,
agenda besar 2008?

nuhun kang...
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help