<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>BaitusSuhud</title>
<link>http://usep.multiply.com/</link>
<description></description>
<pubDate>Wed, 2 Jul 2008 02:51:08 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 2 Jul 2008 02:24:34 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>BaitusSuhud</title>
<url>http://images.usep.multiply.com/logo</url>
<link>http://usep.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>THE MAKING OF A PERSONAL TRAINER </title>
<description>Dear Friends,
Saya lagi mengorganize sebuah kursus buat yang mau jadi personal training. Informasinya di bawah ini, ya:

THE MAKING OF A PERSONAL TRAINER 
APPROVED BY DR. JIM BELL, PhD. &#x2013; CEO IFPA U.S.A.
2008 (Batch #16)


Tujuan Utama Kursus:  
Melatih dan memberikan kesempatan  instruktur/personal trainer yg telah ada untuk mendapat sertifikat agar menjadi lebih profesional di dalam memberikan inspirasi, motivasi &#x26; mendidik klien ke tingkat kesehatan &#x26; kebugaran yang lebih baik dengan ditangani secara pribadi/individual serta orang awam yang tertarik untuk mengetahui teori mengenai kesehatan &#x26; kebugaran.

Lama Kursus: 
Sekitar enam (6) minggu atau 18 sesi dengan masing-masing sesi selama 3 jam. Total keseluruhan sekitar 50 jam ditambah dengan satu hari untuk ujian. 

Materi Kursus:
Termasuk teori &#x26; praktek berdasarkan topik yang dimana didalamnya mengacu kepada Petunjuk Personal Trainer dari American Council on Exercise (A.C.E.), American College of Sports Medicine (AC...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/calendar/item/10015/THE_MAKING_OF_A_PERSONAL_TRAINER_</guid>
<pubDate>Wed, 2 Jul 2008 02:24:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Home - Sejuta Alasan untuk Pulang</title>
<description>Adakalanya sayap yang terentang lelah untuk diterbangkan dan kaki perlu digantungkan untuk sesaat. Rumah selalu menjadi tujuan yang paling populer.

Mendengar lagu ini, membuat saya terhanyut. Apalagi ketika jauh dari rumah. Membuat saya harus selalu terjaga, menjaga diri, menjaga</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/music/item/30/Home_-_Sejuta_Alasan_untuk_Pulang</guid>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 03:58:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nikmatnya  Hidup Tanpa Membenci</title>
<description>Saya ingin mendeklarasikan diri bahwa saya tidak mempunyai musuh. Saya kan bukan politikus atau preman. Seringnya, sekedar sebal-sebalan sesaat. Ingin membenci, tapi jadinya malah sedih. Saya kerap sedih karena orang-orang yang saya percaya malah berkhianat. Dampaknya saya malas sekali berhubungan dengan mereka lagi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Insyaallah, sebisa mungkin saya memaafkan. Memaafkan adalah hal yang paling mudah dilakukan. Tapi untuk melupakan, rasanya perlu waktu dan keinginan dari yang bersangkutan untuk memperbaiki. Namun herannya, orang-orang tersebut berlaku seolah tidak ada apa-apa. Oh, kalau begitu, memang sudah sifat mereka. Tinggal saya sendiri yang perlu bekerja keras memaafkan dan melupakan. Ingat anjuran para ustadz, hati harus dijaga agar jauh dari penyakit hati. Biar selamat dunia dan akhirat.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bila dipikir-pikir, sangatlah sulit menjauhkan diri dari &#x27;gesekan&#x27; dengan orang lain. Di tempat kerja, dalam organisasi, bertetangga, bahkan dalam pertemanan, kita sering kali terlibat dalam berbaga...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/791/Nikmatnya_Hidup_Tanpa_Membenci</guid>
<pubDate>Sat, 7 Jun 2008 22:04:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Andai Saya Penganut  Ahmadiyah</title>
<description> Ketika sebagian masyarakat Indonesia akhir-akhir ini ramai meminta pemerintah agar Ahmadiyah dibubarkan, mungkin saya naif. Saya sama sekali tidak tergerak untuk mencari tahu mengapa kelompok ini harus dibubarkan? Apa yang salah dengan Ahmadiyah? Apa beda Ahmadiyah dengan Muhammadiyah? Begitulah kira-kira pertanyaan yang ada di benak saya sekarang. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dan saya belum tergerak mencari tahu apa yang menjadikan Ahmadiyah harus dibubarkan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sejak saya sangat kecil, tak jauh dari rumah orang tua di Bogor, berdiri sebuah mushola bercat putih dengan papan nama di depannya: bla bla bla... Ahmadiyah. Ibu pernah memberitahu bahwa Ahmadiyah semacam aliran. Ibu juga menyebutkan siapa saja tetangga yang masuk dalam kelompok ini. Setahu saya, kami hidup berdampingan sangat damai. Bahkan tanpa gesekan sama sekali. Ibu menambahkan, Ahmadiyah itu semacam Muhammadiyah,&#x26;nbsp; Syiah, Suni, dan lain-lain. Setiap aliran biasanya meyakini sesuatu yang kadang berbeda dan mungkin bertentangan dengan aliran lain. Su...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/790/Andai_Saya_Penganut_Ahmadiyah</guid>
<pubDate>Sat, 7 Jun 2008 21:44:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kisah Segelas Kopi</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SEcE5woKCEAAAFIX6Xk1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.usep.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEcE5woKCEAAAFIX6Xk1/DSC01706%20a.jpg?et=I33BhHiz2jetrkanaNeGmA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Saya bukan peminum kopi. Tapi suatu malam saya mimpi. Dalam mimpi itu, saya minum secangkir kopi yang rasanya nikmaaat sekali. Keesokan harinya, sepulang berenang saya mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa sachet kopi. Karena setelah itu banyak urusan, niat menikmati kopi belum terlaksana.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sore itu saya harus berkemas menuju sebuah meeting di kantor seorang sahabat. Saya minta disuguhi kopi! Hmm. Saya coba merasakana sensasi segelas kopi. Nikmat betul memang. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dan malamnya, hingga hampir subuh saya tak bisa tidur.&#x3C;br&#x3E;  </description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/789/Kisah_Segelas_Kopi</guid>
<pubDate>Wed, 4 Jun 2008 21:00:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Apa yang Perlu Dilakukan terhadap FPI?</title>
<description>Ketika kejadian penyerangan FPI terhadap peserta ... ditayangkan di sejumlah acara berita, saya langsung berkomentar pedas. Saya tidak perlu lagi bertanya apa tujuan dari arak-arakan yang diserang itu. Penganiayaan dan pemukulan orang bukanlah tindakan yang bijak. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tapi istri saya tak sependapat. Ia tak mengijinkan saya berkomentar apa pun tentang kasus tersebut. Katanya: Habib itu orang yang harus dihormati&#x22;. Nah, kalau habib mencederai dan atau menyuruh untuk mencederai orang, apa masih harus dihormati?&#x22; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;FPI hebat benar jika ternyata polisi tak berani &#x27;menyentuh&#x27;-nya.  </description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/788/Apa_yang_Perlu_Dilakukan_terhadap_FPI</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 08:19:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Basil Goes to Bogor</title>
<description>Basil tidak ikut berenang. Sungai dekat rumah, meskipun tidak terlalu ganas, sepertinya tidak terlalu &#x27;ramah&#x27; buat bayi. Basil cukup anteng diasuh Nenek Bogor.</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/93/Basil_Goes_to_Bogor</guid>
<pubDate>Mon, 2 Jun 2008 02:26:42 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Basil Goes to Barbershop</title>
<description>Mumpung masih bayi, kami sepakat untuk menggunduli kepala Basil. Sekedar mengikuti kebiasaan masyarakat pada umumnya. Padahal, agak sedikit kurang rela membiarkan kepala Basil plontos.

Sore Jumat, 30 Mei, sepulang dari imunisasi, kami mampir ke sebuah barbershop di Megaria. Basil meronta terus selama dicukur dengan mesin pencukur. Mungkin geli, mungkin juga protes.</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/92/Basil_Goes_to_Barbershop</guid>
<pubDate>Fri, 30 May 2008 15:05:57 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Diperas Tetangga: Sebuah Modus Operandi</title>
<description>&#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Lepas magrib, seorang ibu dengan segerombol pasukan yang jarak rumahnya sekitar seratusan meter dari tempat tinggal saya menggedor pintu rumah. Dia menuntut pertanggungjawaban karena katanya, saya telah melindas kaki anaknya dengan kendaraan yang saya kendarai.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Langsung lusinan pertanyaan keluar dari mulut saya:&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Kapan?&#x3C;/em&#x3E; &#x3C;br&#x3E;Tadi&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Jam berapa?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pokoknya tadi&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Kenapa tadi pas kejadian tak teriak?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Ibu siapanya korban?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Teman&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Tadi katanya anak?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Di sebelah mana kejadiannya?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di sana, jalan ini dekat itu...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Bye. Saya tidak lewat jalan itu.&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Katanya ada saksi juga, seorang perempuan muda berparas cantik. Pertanyaan sama saya ulangi.&#x3C;br&#x3E;Tadi, barusan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Tadi apa barusan?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/em&#x3E;Iya, tadi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Tadi apa barusan?&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Iya, barusan.&#x3C;em&#x3E;Ciri-ciri yang menyopir mobil?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/em&#x3E;Perempuan. Berjilbab.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;em&#x3E;Bye...&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;em&#x3E;&#x3C;/em&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/787/Diperas_Tetangga_Sebuah_Modus_Operandi</guid>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 23:36:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nasib Wakil Rakyat, Pernah Ada di Tangan Kita</title>
<description>Suatu ketika saya mengunjungi Tempat Pemungutan Suara pada PEMILU sekian tahun lalu di Bogor. Salah satu subjek yang menarik perhatian saya adalah tangan-tangan para pemilih yang sedang menggenggam kartu-kartu suara.

Bayangkan, melalui tangan-tangan itu, nasib orang bisa berubah. Orang-orang yang terpilih yang tadinya mungkin bukan siapa-siapa, menjadi seseorang yang berkuasa. Mereka yang membuat undang-undang, mengatur hidup bangsa.

Apa jadinya jika orang-orang yang telah terpilih oleh rakyat lalu menghianati para pemilihnya? Kita punya banyak contaoh para wakil rakyat yang mencuri uang rakyat.</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/91/Nasib_Wakil_Rakyat_Pernah_Ada_di_Tangan_Kita</guid>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 13:51:22 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Baca Tarot: Apakah Pemerintah Akan Jadi Menaikkan Harga BBM?</title>
<description>&#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Demo anti kenaikan harga BBM memancing keisengan saya untuk membaca kartu tarot. Apakah Pemerintah berani menurunkan harga BBM? &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Yes. Harga BBM akan dinaikkan. Tapi jadualnya akan diundur, bukan akhir Mei. Naiknya pun tidak akan sebesar 30%, kemungkinan di bawah itu.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Apakah SBY akan aman hingga akhir masa jabatannya gara-gara menaikkan harga BBM? Kemungkinan masih, meskipun babak belur dihajar berbagai hujaman kritik. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Ah, namanya juga ramalan iseng. &#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/786/Baca_Tarot_Apakah_Pemerintah_Akan_Jadi_Menaikkan_Harga_BBM</guid>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 12:35:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kintamani, Suatu Ketika</title>
<description>Ketika waktu begitu banyak saya miliki, arah mana pun saya tuju.</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/90/Kintamani_Suatu_Ketika</guid>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 03:39:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Indonesia Can-lah</title>
<description>&#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Menyambut peringatan seabad hari Kebangkitan Nasional, bangsa kita menciptakan slogan yang sangat singkat dan padat: Indonesia BISA. Sepertinya mengekor pada dua negara tetangga kita yang telah terlebih dahulu melahirkan sloga-slogan yang pendek. Malaysia pernah mempopulerkan Malaysia BOLEH dan Singapore mengibarkan Singapore ROARS. Mengaum!&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Indonesia bisa apa? Tentu, bangsa kita&#x26;nbsp;banyak bisanya. Bisa ini itu, tak kalah dengan bangsa lain. Makanya kita perlu bangga dengan kebisaan yang bisa kita lakukan.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Dengan dicanangkannya kata &#x27;bisa&#x27; menjadi slogan kebangkitan Indonesia baru, sepertinya disadari atau tidak, kita telah memproklamirkan diri sebagai bangsa plagiat. Anda tentu ingat iklan minuman energi M150. Produk tersebut punya solgan yang selama bertahun-tahun terus diusung: Bisa!&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Saya sedang membayangkan, jika seorang asing minta slogan&#x26;nbsp;tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, apa yang akan kita sebut? Apakah ada kata lain selain &#x27;CAN&#x27;? Paling setelah itu, orang as...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/785/Indonesia_Can-lah</guid>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 13:56:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ketika Tokoh-tokoh Negara Wafat, Kemana Megawati?</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Megawati sama sekali tidak menunjukkan belasungkawa ketika Soeharto meninggal dunia. Padahal hampir semua elemen bangsa muncul ke permukaan sekedar untuk mengekspresikan penghormatan terakhir pada mantan presiden itu. Megawati sepertinya belum menyembuhkan luka hatinya atas perbuatan Soeharto di masa lampau kepada Bapaknya. Padahal Soeharto telah berbaik hati tak menyeret Soekarno ke pengadilan. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Saat Sophan Sophian wafat pun, Megawati menenggelamkan diri. Kita tahu bagaimana Sophan pernah mendukung Megawati di partai kepala banteng. Padahal presiden kita yang sedang menjabat saja menyisihkan waktu untuk hadir. Lagi, Megawati belum menyembuhkan luka hatinya karena Sophian pernah bersebrangan prinsip dengannya.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Pemimpin adalah simbol. Ia perlu pura-pura tersenyum meskipun hatinya sedih dan marah. Pura-pura legawa meskipun kalah dan berdarah-darah. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Mega tak pernah mau menyembuhkan luka hatinya. Ia bawa luka hatinya dari masa ke masa, dari jaman ke jaman. Bahkan, kini ia mencalonkan diri...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/784/Ketika_Tokoh-tokoh_Negara_Wafat_Kemana_Megawati</guid>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 13:38:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Wacana: Jika Koruptor Dilarang Masuk ke Mall</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Andai saya bisa melobi para pembuat undang-undang, saya akan mengusulkan agar pusat perbelanjaan steril dari para koruptor. Mengapa? Pemilik uang &#x27;panas&#x27; biasanya, hawanya ingin belanja melulu. Jadi sebetulnya, tak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat hiburan, termasuk restoran.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Caranya? Manajemen pusat perbelanjaan diharuskan memasang signage yang bunyinya kurang lebih: &#x22;Koruptor, Keluarga Koruptor, dan Kroninya Dilarang Masuk Mall&#x22;. Semoga ampuh.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Lebih luas lagi kelak, gedung-gedung dan insitusi lainnya pun diikutsertakan dalam kampanye serupa. Misalnya di bandara: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Pesawat&#x22;, di pelabuhan: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Kapal&#x22;, pada taksi: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Taksi&#x22;, pada bajaj: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Bajaj&#x22;.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Tempat lain seperti: &#x22;Koruptor Dilarang Masuk Rumah Sakit&#x22;, &#x22;Koruptor Dilarang Pergi ke Dukun&#x22;, &#x22;Mak Erot Tidak Melayani Koruptor&#x22;. Termasuk Inul Vizta: &#x22;Koruptor Dilarang Karaoke&#x22;. Di hotel-hotel: &#x22;Koruptor Dilarang Check In/Bertamu&#x22;. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Bahkan, Ibu Gito...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/782/Wacana_Jika_Koruptor_Dilarang_Masuk_ke_Mall</guid>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 21:20:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Wacana: Jika Koruptor Dilarang Masuk ke Mall</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Andai saya bisa melobi para pembuat undang-undang, saya akan mengusulkan agar pusat perbelanjaan steril dari para koruptor. Mengapa? Pemilik uang &#x27;panas&#x27; biasanya, hawanya ingin belanja melulu. Jadi sebetulnya, tak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat hiburan, termasuk restoran.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Caranya? Manajemen pusat perbelanjaan diharuskan memasang signage yang bunyinya kurang lebih: &#x22;Koruptor, Keluarga Koruptor, dan Kroninya Dilarang Masuk Mall&#x22;. Semoga ampuh.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Lebih luas lagi kelak, gedung-gedung dan insitusi lainnya pun diikutsertakan dalam kampanye serupa. Misalnya di bandara: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Pesawat&#x22;, di pelabuhan: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Kapal&#x22;, pada taksi: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Taksi&#x22;, pada bajaj: &#x22;Koruptor Dilarang Naik Bajaj&#x22;.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Tempat lain seperti: &#x22;Koruptor Dilarang Masuk Rumah Sakit&#x22;, &#x22;Koruptor Dilarang Pergi ke Dukun&#x22;, &#x22;Mak Erot Tidak Melayani Koruptor&#x22;. Termasuk Inul Vizta: &#x22;Koruptor Dilarang Karaoke&#x22;. Di hotel-hotel: &#x22;Koruptor Dilarang Check In/Bertamu&#x22;. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Bahkan, Ibu Gito...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/783/Wacana_Jika_Koruptor_Dilarang_Masuk_ke_Mall</guid>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 21:20:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Basil Goes to Taman Safari</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCjhkwoKCEAAAFZkzzM1&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG class=alignright src=&#x22;http://images.usep.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SCjhkwoKCEAAAFZkzzM1/100_2873%20a.jpg?et=EQCCW0nLPqPzrNwuQLZ1Cg&#x26;amp;nmid=&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;Bayi yang lahir prematur katanya ringkih. Jika tidak dirawat dengan hati-hati akan mudah sakit. Tentu saja kami ingin merawatnya dengan baik. Namun tak mau terjebak pada sebuah teori yang justru membuat bayi prematur jadi terkesan sebagai pasien.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Basil, anak kami, lahir ketika usia kandungan baru delapan bulan. Berat badannya cuma 2,1 kg ketika dikeluarkan dari rahim. &#x3C;EM&#x3E;Alhamdulillah&#x3C;/EM&#x3E; selalu sehat hingga hari ini. Maka, dengan bismillah, entah berapa mall sudah kami kunjungi dengan Basil &#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCjhkwoKCEAAAFZkzzM1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;dalam gendongan. Termasuk ruang pameran, pasar tradisional, hingga ke luar Jakarta.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Kami justru menginginkan agar Basil imun dari berbagai macam penyakit. Dia harus kuat. Dia harus mudah beradaptasi dengan segala cuaca dan lingkungan. &#x3C;EM&#x3E;Insyaallah.&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCjhQgoKCEAAAFNWxsA1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;/EM&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;EM&#x3E;&#x3C;/EM&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;EM&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCji9goKCEAAAHXvXn41&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG class=alignright src=&#x22;http://images.usep.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SCji9goKCEAAAHXvXn41/100_2894%20a.jpg?et=qrK1fueY%2B9TCGKtE8tUc6w&#x26;amp;nmid=&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCjhkwoKCEAAAFZkzzM1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;/EM&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;EM&#x3E;&#x3C;/EM&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/781/Basil_Goes_to_Taman_Safari</guid>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:29:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Wacana: Memasang Foto Koruptor pada Billboard</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/SCjQTgoKCEAAACHCLiM1&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG class=alignright src=&#x22;http://images.usep.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SCjQTgoKCEAAACHCLiM1/amin%20bil.jpg?et=BjsaAB1rbd57sXU8R%2BMe2Q&#x26;amp;nmid=&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;Apa yang paling menyita perhatian Anda satu dua hari terakhir ini? Demo mahasiswa yang menuntut dibatalkannya kenaikan harga BBM? Gempa di Cina yang membunuh hingga lebih dari 8000 orang? Thomas Cup? Piala Eropa?&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Sejanak saya memang memperhatikan isu-isu di atas. Tapi kemudian terus mengusik dan membuat hati tidak tenang adalah ketika menyimak semua berita tentang korupsi. Bikin sesak. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Saking seringnya kasus dugaan korupsi terungkap, membuat saya senewen. Bahkan pernah apathis. Saat seperti itu saya sering ingin menjadi jaksa atau polisi atau Malaikat pencabut nyawa, agar sang koruptor tak membuat banyak dalil agar bebas dari jeratan hukum. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Semakin pintar mereka berkicau, semakin banyak uang di kantong, semakin besar peluang mereka untuk bisa bebas. Hukum kita bisa dibeli. Pengacara kita bisa diatur dengan nominal. Negara kita tinggal menunggu kolaps.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Andai saya berlebihan uang, ingin rasanya menyewa semua ruang billboard yang tersedia di seluruh kota, untuk menampilkan wajah-wajah k...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/780/Wacana_Memasang_Foto_Koruptor_pada_Billboard</guid>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 23:17:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ketika Negara Chaos Karena Harga BBM Jadi Dinaikkan</title>
<description>Apa yang akan terjadi jika pemerintah yang dipimpin SBY jadi mengumumkan kenaikan harga BBM? Negara akan &#x3C;EM&#x3E;chaos&#x3C;/EM&#x3E;. Ini mungkin benar. Siapa akan rela membelanjakan uang lebih banyak dari biasa untuk membiayai hidup? &#x26;nbsp; Mahasiswa sudah turun ke jalan. Semua orang gelisah. Menghitung penghasilan, membandingkan dengan pengeluaran. Siapkah kita menjadi serba kekurangan? &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/779/Ketika_Negara_Chaos_Karena_Harga_BBM_Jadi_Dinaikkan</guid>
<pubDate>Fri, 9 May 2008 23:24:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pengantin Bukit Seroja</title>
<description>Lokasi pemotretan di Bukit</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/88/Pengantin_Bukit_Seroja</guid>
<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 15:17:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lieutenant&#x27;s Bride</title>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/86/Lieutenants_Bride</guid>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 20:14:46 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Antara Saya, Bapak, dan Anak Saya</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Setiap kali saya melakukan sesuatu untuk anak saya, diam-diam saya teringat Bapak. Dulu pasti Bapak melakukan hal yang sama juga untuk saya. Setiap kali saya memikirkan segala sesuatu apa pun yang terbaik untuk anak saya, diam-diam saya teringat Bapak. Dulu, pasti Bapak juga memikirkan semua hal terbaik untuk saya.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Apa yang yang saya lakukan untuk anak saya belumlah sebanyak apa yang dilakukan Bapak untuk saya. Jika tahu betapa menjadi seorang Bapak itu tidaklah mudah, mungkin dulu saya tak akan pernah membantah setiap omongan beliau. Mungkin dulu saya tak akan pernah menyakiti perasaan beliau. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Sayang, Bapak sudah lama pergi. Tak ada kesempatan buat saya berbagi cerita tentang suka duka memiliki anak. Andai saja beliau masih ada, tak akan habis kata untuk bertanya ini itu, berkata ini itu. Tentang rupa anak saya yang sedikit ada garis-garis wajah Bapak, tentang tangisannya yang garang, tentang berapa kali setiap malam terbangun untuk ganti popok...&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Namun alhamdulillah, saya masih puny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/778/Antara_Saya_Bapak_dan_Anak_Saya</guid>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 08:40:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Fathers &#x26; Sons</title>
<description>Like all fathers in this planet, having a son is a wonderful thing. Heavenly, I am a member of the</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/photos/album/84/Fathers_Sons</guid>
<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 01:00:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bertemu Mariam</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Dalam cerita Islam, Mariam digambarkan perawan yang diberikan kesempatan mengandung oleh Allah meskipun tanpa lelaki yang membuahi. Karena kita beriman, maka tak punya alasan untuk kita untuk tidak mempercayai cerita itu. Bayi yang dilahirnya, kelak bernama Isa.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Menurut alkitab yang dianut kalangan Nasrani, Mariam adalah Bunda Maria, bunda dari Yesus Kristus, perawan yang disucikan karena melahirkan &#x27;anak&#x27; Tuhan Allah.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Saya bermimpi melihat Bunda Maria: Saya sedang dalam suatu kendaraan bersama tiga sahabat saya, mereka penganut Katolik. Pada sebuah ujung jalan, samar-samar seperti hollow, saya melihat Bunda Maria sedang mengembangkan tangan dengan kerudung halusnya berkibar tertiup angin. Di sekeliling Bunda Maria, ada beberapa perempuan lain dengan tangan menguncup di dada, dengan kerudung sama-sama melambai tertiup angin.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Ketika terbangun, saya langsung mengirim pesan terhadap salah seorang sahabat yang ada dalam mimpi saya itu. Ketika dia membalas, saya teringat. Hari ini paskah!&#x3C;/P&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/777/Bertemu_Mariam</guid>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 04:21:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Good Morning, Basil Shota Suhud!</title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/R9SSkgoKCEAAADsGzUs1&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG class=alignright src=&#x22;http://images.usep.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R9SSkgoKCEAAADsGzUs1/berjemur%2C%20hari%20ke%208.jpg?et=7rjwo2MDGA9McjCrfHYMLg&#x26;amp;nmid=&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;STRONG&#x3E;My very first son, good morning.&#x3C;/STRONG&#x3E; &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Bahagianya hati Abah saat i&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/R9SSkgoKCEAAADsGzUs1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;ni. Hidup Abah adalah ibarat planet yang baru Tuhan ciptakan, penuh dengan udara baru, penuh dengan tetumbuhan baru. Engkau pelengkap hidup Abah yang selama ini melompong kosong. Berpijarlah terus, anak terang. Engkau adalah keabadian cinta. Engkau adalah&#x26;nbsp;anak panah yang akan membawa segala tujuan Abah, tepat kepada sasaran. Karena engkau adalah energi yang luar biasa membuat Abah terus bertenaga, terus berpikir, terus menghasilkan, terus berjuang. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Good morning, &#x3C;STRONG&#x3E;Basil Shota Suhud!&#x3C;/STRONG&#x3E; Kemarin, hari ini, selamanya... cinta Abah untukmu selalu.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/R9STAQoKCEAAAEAZ8Bk1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://usep.multiply.com/photos/hi-res/upload/R9SSkgoKCEAAADsGzUs1&#x22;&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/776/Good_Morning_Basil_Shota_Suhud</guid>
<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 01:37:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Enough is Enough: untuk Sahabat yang Menipu </title>
<description>&#x3C;P align=justify&#x3E;Seorang sahabat suatu ketika tergopoh-gopoh minta bantuan. Dia sedang merintis karir menjadi &#x3C;EM&#x3E;freelancer&#x3C;/EM&#x3E;. Bantuan yang dia minta adalah sebuah proposal produksi film. Karena saya punya kemampuan di sana, saya siapkan. Katanya, dia akan mengajak saya dalam projek itu. Bagi hasil. Alhamdulillah. Saya bersukur ada orang yang mempercayai saya dan saya bersedia dengan segala pamrih tentu. Karena kami bicara bisnis, yang saya harapkan tentunya adalah pemasukan materi dan peluang-pelung non materi.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Belum jelas nasib proposal pertama, datang lagi peluang baru dari sahabat saya ini. Saya diminta membuat proposal untuk sebuah event. Lagi-lagi karena saya bisa dan biasa membuat hal demikian, tapi kesulitan saya bisa melakukannya.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Sekian minggu berlalu, kedua proposal saya tak jelas kabarnya. Pernah saya tanya, kata sahabat saya, masih dalam proses presentasi. Saya sabar dan maklum. Berurusan dengan klien memang terkadang sangat sulit dan bertele-tele.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P align=justify&#x3E;Suatu hari saya mendapat kabar dari seorang sa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://usep.multiply.com/journal/item/775/Enough_is_Enough_untuk_Sahabat_yang_Menipu_</guid>
<pubDate>Sun, 9 Mar 2008 20:21:00 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>