Blog EntryWaktu Saya Tak Lagi BanyakFeb 12, '08 5:46 AM
for everyone

Semoga apa yang akan aku lakukan hari ini dan segala sesuatu yang telah aku siapkan untuk hari ini, Engkau ridhoi dan akan bermanfaat. Hindarkan aku dari kesia-siaan, ya, Allah. Begitu kira-kira sepotong doa yang saya haturkan suatu pagi.

Iya, saya harus ke luar kota untuk melakukan presentasi, menjual ide kegiatan, yang adalah salah satu pekerjaan saya terakhir ini. Karena hanya ke Banten, maka tak perlu menginap. Resikonya saya mesti berangkat sangat pagi agar sejumlah meeting yang telah dirancang di provinsi baru itu bisa semua terjadi.

Alhamdulillah, pertemuan-pertemuan itu berjalan mulus meskipun hasilnya entah bagaimana. Tak perlu saya risaukan sekarang, bukan? Terpenting adalah saya sudah berikhtiar. Urusan berhasil atau tidak atau hasilnya bagaimana, biarkan semesta yang bekerja.

Setiap hari kita melakukan sesuatu, banyak malah. Ada yang rutin, ada yang sekali-sekali saja. Ada yang berupa kewajiban, ada yang untuk senang-senang. Ada yang dengan senang hati kita melakukannya, ada yang terpaksa.

Dari setiap hal yang kita lakukan, ada yang kita harapkan selalu harus berhasil. Kali lain mungkin kita bersikap jika berhasil syukur tidak berhasil juga tak masalah. Ada yang mungkin justeru kita harapkan apa yang kita lakukan jangan sampai menghasilkan. Ekstrim memang.

Ketika menyadari usia makin hari makin menua, saya sadar. Waktu yang saya miliki tak banyak lagi. Waktu yang tersisa sedikit ini, ingin sekali hanya hal-hal berguna saja yang saya lakukan. Berguna bagi saya, bagi keluarga, bagi orang lain.

Mungkin sudah bukan saatnya lagi saya membiarkan waktu menyublim tanpa guna. Saya harus tetap awas. Apapun yang saya lakukan mesti punya alasan. Tak harus selalu menghasilkan secara instan dengan hasil memuaskan memang. Setidaknya, secara sadar saya perlu mengindari perbuatan-perbuatan yang sia-sia.

Kesadaran saja kadang tidak cukup. Untuk itulah saya selalu mengandalkan kekuatan semesta agar saya bisa tertib: sehari saya bisa menonton tiga hingga empat judul DVD. Bermanfaatkah? Harus bermanfaat. Bisa dua hingga tiga jam saya keliling sebuah pusat perbelanjaan. Bermanfaatkah? Harus bermanfaat. Begitulah, bahkan dari hal yang terkesan membuang waktu saja harus bisa memperkaya bathin dan intelektual saya.

 

 


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
matakumatamu wrote on Feb 12
Eleuh...eleuh...irup teh serius pisan akang....irup nggeus hese atuh naha di perhese?
ritma wrote on Feb 12
tulll, stuuujj.... observasi itu penting, hidup yg bguna ga hrs selalu duduk manis dpn buku or banting tulang tak kenal waktu. Balance2 ajalaaah...
ipe2luv wrote on Feb 12
Met ulang tauuun! ;)
yenceu wrote on Feb 12
usep said
Berguna bagi saya, bagi keluarga, bagi orang lain.
manggut...manggut..
yadicole wrote on Feb 12
Selamat ulang taun kang, Inget umur berkurang lo!
usep wrote on Feb 14
oh? oh? :)
upitupit wrote on Feb 16
thanks for remind me also....
usep wrote on Feb 18
iya, oom. tambah tua, tambah pendek. thank, ya. :)
usep wrote on Feb 18
iya, bu. makin hari, kayaknya kita harus mulai bijaksana dengan waktu dan dengan segala perbuatan kita. :)
usep wrote on Feb 18
thank, bu RT! :)
monditato wrote on Feb 21
Purpose Driven Life. That is the book I read now. In line with your thoughts. Life needs to have a purpose, bukan hanya dihabiskan saja waktu yang kita miliki ini dengan semena-mena. Hidup harus dijalani berdasarkan tujuan. TUjuan baik. Tujuan positif. Penuh Manfaat. Bukanlah sesuatu yang kosong. Bermakna. Life is Beautiful!!!
usep wrote on Mar 3
thank, bu. waktu rasanya bergulir terus. tiap kali akhir dri suatu hari, gue selalu betanya, apa saja yg sudah gue lakukan hari ini?
usep wrote on Mar 3
sure. :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.